Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di PonPes And Najah Podokaton, hujan air mata, banjir hadia

Mitrakarib-Jumat pagi (30 November 2018) agaknya menjadi momen yang tak mungkin dilupakan bagi siapapun yang berada di PonPes Tahfidz Al-Quran An.Najah Podokaton Kec Gondang Wetan Kab Pasuruan

Suasana tak bisa mulai terasa saat dimulainya acara, pembacaan ayat suci Alquran oleh salah satu santri hafizdoh lantunan suara merdu merubah keramaian ditempat acara menjadi perlahan hening, subhanallah getaran sampai kelangit ditandai cuaca yang tadinya terik menjadi mendung seketika
Selepas pembacaan ayat suci, bu Nyai Luluk (pengasuh An-Najah) naik ke panggung memulai ceramah di suasana yang masih hening, pemandangan khusuk para santri wali santri hadiri dan para undangan mendominasi suasana, dan rata rata mata mereka mulai redup berkaca kaca, naiknya bu Nyai Luluk ke atas pangung seakan dayung bersambut dengan kebutuhan siraman rohani para hadirin, ulasan ceramah beliau iyalah bagaimana momentum peringatan maulid juga dapat mencontoh dan meneladani pola hidup, perilaku serta kepemimpinan Rasulullah SAW dalam kehidupan kita sehari hari, baik dalam melaksanakan tugas kedinasan, kehidupan rumah tangga, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam tausiahnya bu Nyai Luluk mengutarakan bahwasanya Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT sebagai rahmatan lil alamin bagi seluruh alam serta memperbaiki atau menyempurnakan akhlak manusia.

“Untuk itu dengan adanya peringatan Nabi Muhammad SAW maka kita sebagai pengikutnya agar selalu mencintai Rasullah dengan cara memperbanyak sholawat kepada Rasullullah. Bila kita banyak bersholawat maka Rasullullah akan mencintai dan dapat menyelamatkan kita diakhirat ,” tungkas bu Nyai Luluk dilanjut doa doa oleh beliau.

disisi yang bikin haru saat bu Nyai baca doa,karena hikmatnya menembus kolbu tampak disana sini air meleleh dari mata redup sayu para undangan yang hadir.

Selanjutnya menginjak rangkaian acara yang sudah dinanti oleh semua yang hadir yaitu ungkapan rasa syukur PonPes Tahfiz Al-Quran An Najah Podokaton dengan cara membagikan hadiah dan doorprize kepada para santriwati, wali santri, tamu tamu dan masyarakat yang hadir
Tak kurang dari sepuluh almari, dan puluhan hadiah kebutuhan rumah tangga yang lain dibagikan, mulai dari dispenser, kipas angin, majikom dan masih banyak lainya, untuk doorprize yang teringan bingkisan beras 5 kg
inilah berkah barokah yang luar biasa dengan mencintai Rasullah banyak hikmah yang tersurat, dari hujan air mata yang belum mengering sudah terbalas dengan banjirnya hadiah.

Sementara menurut KH Ma’ruf Hasim ketua panitia kegiatan yang juga suami dari bu Nyai Luluk, kegiatan peringatan Maulid ditempatnya tersebut alhamdulillah dengan ijin Allah bisa rutin beliau laksanakan tiap tahun
Rangkaian peringatan Maulid ditutup, beberapa saat sebelum sholat jum’at..(Mul).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *